Statistik menunjukkan hanya sebagian kecil bisnis keluarga yang bertahan hingga generasi ketiga. Penyebabnya jarang soal pasar atau produk — hampir selalu soal kesiapan generasi penerus dan tata kelola keluarga.
Masalah yang sering diabaikan
Banyak pendiri yang memikirkan suksesi, tapi tidak pernah mendiskusikannya secara terstruktur. Akibatnya, generasi kedua masuk tanpa kejelasan peran, standar, dan proses pengambilan keputusan. Konflik pun lahir bukan karena niat buruk, tapi karena ketiadaan kesepakatan.
Dua pilar suksesi yang sehat
- Tata kelola keluarga: forum, kesepakatan, dan pembagian peran yang disepakati bersama — bukan diturunkan diam-diam.
- Pengembangan penerus: calon suksesor perlu dibekali kapasitas kepemimpinan, bukan hanya pengetahuan bisnis.
Mulai dari mana
Mulailah dari pembicaraan yang jujur: apa peran keluarga dalam bisnis, apa standar untuk masuk ke manajemen, dan bagaimana keputusan strategis diambil. Kemudian, bangun jalur pengembangan bagi generasi penerus secara terencana.
Dengan pengalaman lebih dari 7 tahun mendampingi bisnis keluarga di Indonesia, ILS membantu keluarga bisnis membangun tata kelola dan menyiapkan generasi penerus yang siap membawa perusahaan ke level berikutnya.
